KABAR HAJI

PPIH Provinsi Jambi Pastikan Pelayanan Membersamai Jemaah Calhaj Hingga Terbang ke Embarkasi Haji Batam

sekitarjambi.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan cuaca yang dapat menghambat jadwal keberangkatan jemaah menuju Embarkasi Haji Batam. Langkah mitigasi ini diambil setelah kondisi kabut signifikan akibat hujan pada penerbangan KLOTER BTH 20 Provinsi Jambi, Kamis 14 Mei 2026 yang sempat mengganggu operasional pesawat di Bandara Sultan Thaha.

Menanggapi risiko cuaca buruk, PPIH Provinsi Jambi dalam hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan reaksi cepat dengan menjalin koordinasi bersama Embarkasi Haji Batam untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Tidak hanya itu, koordinasi juga diperluas hingga ke Arab Saudi untuk berkomunikasi langsung dengan pihak maskapai.

“Andaikan terjadi keterlambatan akibat cuaca, maka kita berharap pihak maskapai Saudi akan menunggu sampai jemaah kita tiba di Embarkasi Batam,” ujarnya dalam keterangannya pada Jumat (15/5/2026).

Untuk menjaga kenyamanan jemaah yang harus menunggu akibat faktor cuaca, jajaran PPIH Provinsi Jambi seperti Imigrasi, Dinas Perhubungan, hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi dipastikan bersiaga (standby) di bandara. Petugas berkomitmen untuk terus membersamai jemaah hingga pesawat dipastikan lepas landas.

“Jadi kita seluruh jajaran (PPIH) tidak hanya sampai di asrama haji, tapi seluruh kita akan berada di Bandara Sultan Thaha untuk membersamai para jemaah,” tuturnya.

Mengingat jadwal keberangkatan antar KLOTER yang kini semakin padat, para petugas diminta untuk menjaga kesehatan dan tetap sigap dalam melakukan tindakan cepat. Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh jemaah tetap terjaga meskipun menghadapi kendala teknis.

“Ya tentu kepada seluruh petugas ya, petugas PPIH maupun PPIH pendukung. Pertama, tentu ini kan kondisinya sudah mulai di jam-jam rawan. Yang kedua, ya tentu asrama haji ini selama sampai akhir nanti pemberangkatan kita harus berada di asrama haji. Karena jadwal yang sudah mulai rapat, sehingga apa pun yang terjadi kita segera melakukan tindakan yang cepat. Paling tidak jemaah itu harus dibikin nyaman, didampingi, ditenangkan apa pun kondisinya,” ujarnya. (Iz)