Sistem Bank Jambi Tak Kunjung Pulih, DPRD Desak Solusi Cepat Bagi Nasabah

sekitarjambi.com – Lebih dari sepekan sistem layanan ATM dan M-Banking Bank Jambi belum juga pulih. Tercatat hingga Rabu (4/3/2026) masih adanya antrean nasabah untuk melakukan transaksi tarik tunai.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Farid Alfarely, kembali mendapatkan keluhan mengenai layanan Bank Jambi yang hingga kini belum pulih. Dalam surat yang diterima Kemas Farid, nasabah Bank Jambi yang didominasi berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengeluhkan tidak dapatnya melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun M-Banking.
Hal tersebut membuat nasabah harus mengantre di kantor Bank Jambi yang memakan waktu dan energi, terlebih antrean cukup panjang. Di satu sisi, mereka harus melakukan izin bekerja hanya untuk melakukan satu transaksi saja.
Kondisi tersebut tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja, khususnya bagi pegawai atau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Menyikapi hal tersebut, Kemas Farid meminta Bank Jambi untuk melakukan upaya dan langkah yang konkrit.
“Kita minta Bank Jambi membuat langkah langkah penanganan yang efektif dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, jika diperlukan jemput bola di setiap satuan layanan perangkat daerah ( OPD ) maupun distrik atau cabang Bank Jambi guna menambah teller untuk mengurai antrian pencairan gaji asn,” ujarnya pada Rabu (4/3/2026).
Ia juga meminta Bank Jambi dapat menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat.
“Selain itu, juga dapat membangun dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pemahaman atas kondisi terkini dan pemulihan yang dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Jambi telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank Jambi dan OJK. Dalam RDP yang berlangsung pada Kamis 26 Februari 2026, Kemas Faried Alfarelly, meminta agar sistem layanan Bank Jambi kembali normal sebelum 1 Maret 2026. Khususnya pada fitur M-Banking dan ATM yang sempat dinonaktifkan. Hal ini mengingat pada awal Maret merupakan jadwal pencairan gaji ASN yang sangat bergantung pada kelancaran sistem perbankan. (Iz)
