JAMBINEWS

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Kota Jambi Melonjak Tembus 9.050 Pasien

sekitarjambi.com – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) yang menyelimuti wilayah Provinsi Jambi semakin mengkhawatirkan hingga memicu pemburukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan perkotaan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penurunan kualitas udara yang menyentuh kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat setempat dengan mencatatkan lonjakan tajam penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dinas Kesehatan Kota Jambi mengonfirmasi bahwa akumulasi pasien yang terserang penyakit saluran pernapasan di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) kini telah menembus angka 9.050 kasus. Kondisi paparan partikel debu halus PM2,5 yang melampaui ambang batas aman ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah darurat guna melindungi kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Kepala Dinas Kesehatan (KADINKES) Kota Jambi, Ida Yuliati, pada Jumat, 2 Oktober 2026, mengungkapkan tren peningkatan signifikan jumlah warga yang mendatangi fasilitas kesehatan akibat gangguan pernapasan.

“Kasus ISPA di Kota Jambi mengalami lonjakan cukup signifikan hingga tercatat mencapai 9.050 kasus akibat paparan kabut asap KARHUTLA yang menyelimuti permukiman warga,” ujar Ida Yuliati.

Ida Yuliati menegaskan bahwa jajaran posko kesehatan di tingkat kecamatan telah disiagakan serta pembagian puluhan ribu masker medis terus digelontorkan ke masyarakat.

“Kami mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan wajib mengintegrasikan penggunaan masker guna meminimalisasi risiko paparan sisa asap pembakaran lahan,” tegas Ida Yuliati.

Di sisi lain, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Manap Kota Jambi, Rudi Paruhum, pada Minggu, 4 Oktober 2026, menuturkan peningkatan keterisian ruang perawatan isolasi pernapasan khusus bagi pasien bergejala berat.

“Lonjakan pasien ISPA dominan dialami oleh anak-anak balita serta lansia yang memiliki riwayat penyakit asma, sehingga kami menyiapkan stok oksigen medis dan ruang tindakan darurat ekstra,” ujar Rudi Paruhum.

Rudi Paruhum pada kesempatan yang sama mengimbau agar para orangtua segera membawa anggota keluarga ke fasilitas medis terdekat apabila mengalami keluhan sesak napas dan batuk persisten.

“Pemeriksaan dini di Puskesmas atau rumah sakit sangat krusial agar infeksi saluran pernapasan dapat ditangani dengan cepat sebelum berlanjut menjadi pneumonia,” tegas Rudi Paruhum.

Dengan melonjaknya penderita ISPA hingga 9.050 kasus, Pemerintah Kota Jambi mengimbau warga untuk tetap waspada serta menyimak arahan panduan kesehatan secara berkala. (K)