Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi, Langit Menguning Hingga Kualitas Udara Menurun

sekitarjambi.com – Fenomena langit berwarna kuning kemerahan akibat tingginya konsentrasi partikel debu dan kabut asap menyelimuti wilayah Kota Jambi pada Rabu, 30 September 2026. Pemandangan tidak biasa tersebut dipicu oleh peningkatan jumlah titik panas (hotspot) serta kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) yang marak terjadi di beberapa wilayah kabupaten sekitar Kota Jambi dalam kurun waktu sepekan terakhir. Fenomena pembiasan cahaya matahari oleh partikel asap pekat ini menyebabkan jarak pandang (visibility) di darat menurun drastis hingga mencapai di bawah 1.000 meter pada pagi hingga siang hari.
Kondisi kualitas udara yang memburuk berdasarkan pantauan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tersebut membuat masyarakat Kota Jambi merasa khawatir saat beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara global, IQAIR, pada Rabu (30/9/2026), kualitas udara di Kota Jambi tercatat menyentuh angka Indeks Kualitas Udara (AQI) 258 yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Konsentrasi polutan mikroskopis atau Particulate Matter (PM2.5) di wilayah tersebut bahkan dilaporkan mencapai angka yang melampaui puluhan kali lipat dari batas aman panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga menempatkan Jambi sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara terburuk di Indonesia pada hari tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, Ibnu Sulistyono, pada Rabu (30/9/2026), mengungkapkan bahwa fenomena perubahan warna langit tersebut disebabkan oleh pergerakan asap KARHUTLA yang tertahan di atmosfer.
“Fenomena langit berwarna kuning hingga kemerahan ini merupakan dampak fenomena Rayleigh Scattering akibat tingginya konsentrasi partikel mikro asap di udara yang membiaskan gelombang cahaya,” ujar Ibnu Sulistyono.
Ibnu Sulistyono mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna menghindari paparan polusi udara tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta wajib menggunakan masker saat bepergian untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan,” tegas Ibnu Sulistyono.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Ardi, pada Rabu (30/9/2026) mengonfirmasi bahwa parameter kualitas udara di Kota Jambi telah memasuki kategori tidak sehat bagi masyarakat.
“Berdasarkan hasil pemantauan ISPU hari ini, parameter PM2.5 menunjukkan angka yang meningkat signifikan dan sudah masuk dalam kategori tidak sehat,” ujar Ardi.
Ardi turut menuturkan bahwa Pemerintah Kota (PEMKOT) Jambi tengah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (SATGAS) KARHUTLA Provinsi Jambi guna mempercepat penanganan pemadaman di titik-titik kebakaran lahan.
“Kami berkoordinasi intensif dengan tim SATGAS gabungan untuk melakukan tindakan pemadaman darat dan udara agar penumpukan asap tidak semakin parah,” ujar Ardi.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi mengimbau seluruh instansi pendidikan dan perkantoran untuk bersiap mengantisipasi opsi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kondisi paparan asap terus memburuk dalam beberapa hari ke depan. (K)
