Risiko Berolahraga Saat Perut Kosong, Kenali Sejumlah Bahayanya!

sekitarjambi.com – Berolahraga memang menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, melakukan aktivitas fisik dalam kondisi perut kosong ternyata tidak selalu aman bagi semua orang. Alih-alih memperoleh manfaat optimal, kebiasaan ini justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama jika dilakukan dengan intensitas tinggi.
Saat tubuh belum mendapatkan asupan makanan, kadar gula darah cenderung lebih rendah. Kondisi tersebut membuat tubuh kekurangan energi untuk menunjang aktivitas fisik sehingga risiko kelelahan dan gangguan kesehatan menjadi lebih besar.
Berikut beberapa bahaya yang dapat terjadi jika berolahraga dalam keadaan perut kosong, dikutip dari beberapa sumber:
- Mudah Lemas dan Kehabisan Energi
Tanpa cadangan energi yang cukup, tubuh akan lebih cepat mengalami kelelahan. Akibatnya, performa saat berolahraga menurun dan latihan tidak dapat dilakukan secara optimal.
- Gula Darah Turun (Hipoglikemia)
Berolahraga saat perut kosong dapat menyebabkan kadar gula darah turun, terutama pada orang yang memiliki riwayat diabetes atau sensitif terhadap perubahan kadar gula darah. Gejalanya meliputi pusing, gemetar, keringat dingin, hingga sulit berkonsentrasi.
- Pusing hingga Berisiko Pingsan
Kurangnya energi dan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah menurun saat berolahraga. Kondisi ini dapat memicu rasa pusing, berkunang-kunang, bahkan pingsan apabila aktivitas fisik dilakukan terlalu berat.
- Massa Otot Berpotensi Berkurang
Ketika cadangan karbohidrat dalam tubuh menipis, tubuh dapat menggunakan protein dari otot sebagai sumber energi. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini berpotensi mengurangi massa otot.
- Konsentrasi Menurun
Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Saat kadar gula darah rendah, kemampuan fokus dan koordinasi tubuh juga dapat terganggu sehingga meningkatkan risiko cedera saat berolahraga.
- Risiko Cedera Lebih Tinggi
Tubuh yang lelah dan kurang bertenaga membuat koordinasi gerak tidak optimal. Hal ini dapat meningkatkan risiko keseleo, terjatuh, atau mengalami cedera otot saat berolahraga.
Meski demikian, berolahraga dalam keadaan perut kosong atau fasted exercise tidak selalu berbahaya bagi semua orang. Beberapa penelitian menunjukkan metode ini dapat dilakukan pada olahraga ringan hingga sedang, seperti jalan kaki atau jogging santai, dengan durasi yang tidak terlalu lama dan tetap memperhatikan kondisi tubuh.
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan ringan sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berolahraga, seperti pisang, roti gandum, oatmeal, atau yogurt. Asupan tersebut dapat membantu menyediakan energi tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga guna mencegah dehidrasi. Apabila memilih berolahraga saat perut kosong dan mulai merasakan gejala seperti pusing, lemas, mual, atau jantung berdebar, sebaiknya segera hentikan aktivitas, beristirahat, dan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat untuk memulihkan energi. (Iz)
