Dedikasi PPIH dalam Pemberangkatan KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi ke Tanah Suci

sekitarjambi.com – Prosesi pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, tidak hanya menjadi momen spiritual bagi para jemaah, tetapi juga potret kesiapan penuh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi dalam memberikan pelayanan terbaik. Doa dan harapan dipanjatkan mengiringi keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci.
Sebelum memasuki Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, seluruh jemaah terlebih dahulu mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan keamanan. Para jemaah menjalani pemeriksaan barang bawaan melalui mesin X-ray serta body checking guna memastikan keamanan dan kelancaran selama proses keberangkatan. Setelah itu para jemaah memasuki Aula Arafah EHA Provinsi Jambi untuk menerima paspor dan boarding pass penerbangan menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pelepasan jemaah, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an.
Sebagai informasi, dalam KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi terdapat dua jemaah yang ditunda keberangkatannya pada Sabtu, 16 Mei 2026 dikarenakan setelah melewati tahap ketiga pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi di Asrama EHA Provinsi Jambi dinyatakan tdak laik terbang karena sakit. Dua jemaah tersebut berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur atas nama Indo Massek Ambo Nancik berusia 80 tahun dan Marahumi Baco Kari berusia 84 tahun.
Data terakhir menginformasikan bahwa jemaah KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi yang diterbangkan ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam berjumlah 443 orang, terdiri dari 164 jemaah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 272 jemaah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 4 Petugas KLOTER, seorang Tenaga Pendamping Haji Daerah/Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TPHD/TKHD), seorang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), dan seorang jemaah Kabupaten Merangin bernama Suradi Kartowiyono Wasiman, berusia 74 tahun, yang sebelumnya tertunda keberangkatannya bersama KLOTER BTH 19 karena sakit dan harus lebih dulu menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., dalam laporannya menyebutkan bahwa penggabungan jemaah asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam KLOTER BTH 21 dilakukan untuk mempermudah koordinasi serta mempererat kedekatan antar jemaah. Diketahui, jemaah asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang didominasi merupakan suku Bugis dan Banjar memiliki latar belakang budaya yang cukup kental. Kesamaan budaya serta kemiripan bahasa di antara kedua daerah tersebut dinilai dapat mempermudah komunikasi, mempererat kebersamaan, serta membantu jemaah saling mendukung selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“KLOTER BTH 21 ini merupakan jemaah haji asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kami selaku penyelenggara ibadah haji tentu ingin mendekatkan jemaah dengan para petugas, dan ingin mendekatkan jemaah dengan budaya masing-masing, sehingga mudah bagi kedua kabupaten tersebut untuk bisa menjalankan proses ibadah haji karena ada kemiripan budaya,” ujarnya.
Dengan penuh harap, selaku PPIH Provinsi Jambi ia juga mendoakan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
“Kami yang berbahagia ini tentunya mendoakan mudah-mudahan Bapak/Ibu sekalian menjadi haji yang mabrur. Karena kebahagiaan kami adalah ketika kami bisa menyelenggarakan dan kami juga bisa menanti dan menyaksikan Bapak/Ibu kembali ke Tanah Air dengan selamat membawa haji yang mabrur,” harapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., menekankan bahwa keberangkatan jemaah KLOTER BTH 21 bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan jawaban atas panggilan suci bagi mereka yang telah diberikan kemampuan. Ia mengingatkan para jemaah untuk senantiasa memupuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan harta yang menjadi perantara ibadah ini.
“Kenapa Bapak/Ibu (jemaah) dipanggil? Karena memang Alhamdulillah Bapak/Ibu termasuk yang mampu dalam istilahnya istitaah. Kalau yang belum berangkat saudara-saudara kita enggak boleh putus asa, maka kita pun tentunya harus bersyukur Allah memberikan nikmat kita mampu, iya dari sisi mal-nya (hartanya), ongkosnya, kesehatannya, dan lain sebagainya. Dan kita berangkat, maka tidak ada kata lain: Alhamdulillahirabbil ‘alamin,” terangnya.
Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi melepas keberangkatan jemaah KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi menuju Tanah Suci dengan penuh khidmat dan doa keselamatan bagi seluruh jemaah.
“Dengan berserah diri kepada Allah, kita lepas (keberangkatan jemaah KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi ke Tanah Suci) dengan Bismillahirrahmanirrahim,” tuturnya.
Keberangkatan jemaah ditandai dengan penyerahan bendera merah putih oleh PPIH Provinsi Jambi melalui Wakil Gubernur Jambi, kepada Ketua KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi Muhammad Arfah.

Rasa haru dan bahagia dirasakan oleh seorang jemaah KLOTER BTH 21 Provinsi Jambi asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Syufrayogi Syaiful, yang akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci setelah penantian panjang untuk menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah haru, bahagia, itu tidak ada bedanya dan jarak tidak ada, semua bercampur aduk. Tentu ini rasa syukur kita panggilan untuk menunaikan rukun Islam kelima, dan Insya Allah yang kita harapkan lancar, khusyuk, dan berkah,” ungkapnya.
Syufrayogi Syaiful yang diketahui merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini menuturkan bahwa berangkat berhaji tahun ini bersama sang ibu. Ia mengaku bahwa ibadah ini menjadi momen dan pengalaman yang sangat istimewa baginya dan merasa bersyukur mendapat kesempatan mendampingi orangtua menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Tentu ini hal yang sangat spesial, istimewa, karena tidak semua anak laki-laki diberi kesempatan untuk mendampingi ibunya ke rumah Allah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Harapannya mudah-mudahan kami memperkuat nilai-nilai Islami dan tentu bukan hanya sekadar status, tapi benar-benar sebagai praktik implementasi yang lebih baik bisa kami tularkan ke masyarakat,” tuturnya.
Berdasarkan jadwal, setelah melakukan transit di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, para jemaah KLOTER BTH 21 diterbangkan ke Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 10.55 WIB. KLOTER BTH 21 masuk dalam gelombang kedua pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, dimana para jemaah diterbangkan langsung ke Jeddah mengenakan kain ihram, untuk selanjutnya mengikuti rangkaian ibadah umrah wajib di Mekkah. (Iz)
