PPIH Provinsi Jambi Perkuat Layanan Kepada Jemaah LANSIA, Disabilitas, dan Perempuan

sekitarjambi.com – Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi senantiasa berkomitmen mengoptimalkan pelayanan kepada seluruh Jemaah Calon Haji (JCH) selama berada di Embarkasi Haji Antara (EHA). Pada musim haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (KEMENHAJ) RI menekankan pelayanan ramah bagi jemaah LANSIA, disabilitas, dan perempuan.
Di Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, pelayanan optimal sudah diberikan sejak jemaah tiba dari kabupaten/kota, turun dari bus, dan memasuki aula penerimaan jemaah yang berada di Aula Arafah Asrama Haji EHA Provinsi Jambi. Petugas telah menyiapkan kursi roda, tenaga pendamping, hingga area pelayanan khusus bagi jemaah LANSIA.
Perhatian khusus diberikan kepada para jemaah hingga pemberangkatan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Untuk jemaah LANSIA difasilitasi menggunakan ambulans dan pendampingan khusus petugas, dengan tujuan agar para jemaah lebih nyaman dan aman hingga keberangkatan ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Diketahui, kategori jemaah LANSIA mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yakni berusia 65 tahun ke atas. Dalam hal ini, kuota prioritas khusus LANSIA diberikan sebesar 5 (lima) persen dari kuota haji nasional.
Prioritas keberangkatan diberikan kepada jemaah LANSIA yang telah mendaftar haji, minimal menunggu selama lima tahun. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah RI, agar semakin banyak LANSIA yang mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Yan Apriadi, S.Kom., mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026, jumlah jemaah LANSIA Provinsi Jambi yang berusia di atas 65 tahun berjumlah 827 orang. Dari jumlah tersebut, kuota prioritas jemaah LANSIA khusus sebanyak 65 orang, dengan usia termuda jemaah prioritas LANSIA khusus Provinsi Jambi yakni 84 tahun.
“Nah tahun ini LANSIA termuda kita 84 tahun. Karena dia by system, jadi memang sistemnya yang sudah sortir, yang 5 tahun daftar dan minimal 65 tahun. Tapi diambil dari yang umurnya paling tua,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tagline penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yakni “Ramah LANSIA, Disabilitas dan Perempuan”. Praktik prioritas konkret dari tagline tersebut beberapa diantaranya seperti penempatan di bus, panggilan awal, dan penandaan (tas/ID) untuk mudah dikenali.
“Ya jadi tahun ini taglinenya lebih menyempurnakan tagline tahun sebelumnya. Yang mana pada tahun ini juga kami memprioritaskan selain LANSIA dan disabilitas, kami juga mengutamakan perempuan. Artinya seluruh layanan haji itu diutamakan kepada yang LANSIA, yang disabilitas atau kursi roda dan seterusnya, dan terakhir perempuan. Misalkan mau ke Arafah maka yang didulukan naik bus itu yang LANSIA, kursi roda, perempuan. Pelayanannya diutamakan kepada mereka-mereka uang memang lebih berhak untuk mendapatkan prioritas,” ujarnya.

Salah seorang PPIH Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi Bidang Pelayanan dan Penerimaan Jemaah, Yeni Fatma Sabli, mengungkapkan bahwa bertugas melayani jemaah itu harus penuh kesabaran. Selama bertugas melayani jemaah, ia menekankan kepada dirinya untuk menjaga sikap sabar, ramah, dan penuh ketulusan selama memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Pertebal rasa sabar kita, yang kita hadapi adalah tamu Allah, yang kita layani tamu Allah. Jadi Insya Allah rasa marah itu tidak ada. Jadi yang ada itu gembira dan bahagia, apapun yang kita hadapi kita tetap bisa tersenyum,” ujarnya.

Selain itu, PPIH Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi yang perdana bertugas sebagai SATGAS LANSIA di penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Tiara Maharini, mengatakan bahwa ia merasa bangga dan terharu bisa berkesempatan menjadi petugas SATGAS LANSIA. Ia mengaku semangat dan terus mencoba belajar hal-hal baru untuk optimal melayani jemaah.
“Yang dirasakan oh ternyata beda-beda ya (bahasa jemaah). Kita menyesuaikan ada beberapa jemaah yang tidak bisa bahasa Indonesia (menggunakan bahasa daerah), jadi kita berusaha untuk mengerti, oh apa sih maksudnya gitu,” ungkapnya.
Ia menilai pelayanan yang baik harus diikuti dengan sikap santun, senyum, dan kemampuan memahami kondisi jemaah. Diketahui, Tiara Maharini merupakan salah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi kesehatan swasta di Kota Jambi, yang pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dilibatkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi sebagai SATGAS LANSIA.
“Yang penting ramah, senyum, dan bawa enjoy karena keadaannya kan beda-beda. Mungkin ada yang jemaah perjalanan jauh, sampai disini (Asrama EHA Provinsi Jambi) tensinya tinggi, mungkin emosi, mungkin cara nada bicara juga berbeda -beda, coba untuk menyikapi dengan baik saja,” ujarnya. (Iz)
