Pelayanan Jemaah di Asrama Embarkasi Haji Antara Jambi Terapkan One Stop Service Berbasis Digital

sekitarjambi.com – Pelayanan jemaah di Asrama Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi pada tahun 2026 menghadirkan perubahan atau inovasi baru dengan menerapkan sistem one stop service berbasis digital.

Disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah (KANWIL) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., pada Senin (4/5/2026) saat memberikan arahan pada simulasi PPIH menjelang kedatangan jemaah, salah satu perubahan pelayanan tahun ini adalah pengumuman nomor urut jemaah yang kini dilakukan secara digital.
Jika sebelumnya diumumkan secara manual, kini jemaah dapat langsung mengetahui nomor urut melalui LED videotrone yang berada di dalam Aula Asrama. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan ketertiban serta mempercepat alur pelayanan one stop service, khususnya saat kedatangan jemaah dalam jumlah banyak.
“Kita coba tahun ini menggunakan sistem digital, kita tidak lagi menggunakan suara (suara petugas PPIH) suara yang mengumumkan termasuk yang memanggil. Aplikasi (digital) itu memanggil sesuai nomor urut LANSIA terlebih dahulu dengan ada kode (sesuai manifest),” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi besar dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, seiring dengan perubahan kelembagaan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.
Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah serta Pelayanan Haji Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, H. Majdi, S.Ag., M.Ag., menyebutkan bahwa dari sisi skema one stop service masih sama seperti tahun sebelumnya, hanya saja di tahun ini untuk pembagian kartu Nusuk jemaah dilakukan di Aula Asrama EHA Provinsi Jambi, jelang keberangkatan ke bandara. Selain itu, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, SATGAS LANSIA melibatkan mahasiswa/i dari Perguruan Tinggi Kesehatan yang ada di Kota Jambi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas pelayanan, dimana keterlibatan mahasiswa/i ini diharap mampu memberikan dukungan tambahan, baik dari sisi pemantauan kondisi kesehatan, bantuan mobilitas, hingga pendampingan dalam menjalankan aktivitas ibadah.
“Tahun ini kita sudah betul-betul menyiapkan SATGAS LANSIA. Karena kita tau LANSIA ini kan butuh bantuan dan bimbingan, walaupun memang sebenarnya mereka ada pendamping yang ikut serta ke Arab Saudi, tapi kita selaku panitia penyelenggara wajib menyediakan SATGAS itu,” ujarnya.
“Kita berharap dengan layanan ini bukan sekadar mempercepat dan mempermudah layanan, tapi jemaah juga merasa nyaman dan betul-betul difasilitasi oleh panitia,” lanjutnya.
Adapun skema one stop service yang diterapkan pada tahun ini dirancang terintegrasi dan efisien. Saat tiba di Asrama EHA Provinsi Jambi, para jemaah langsung diarahkan ke satu alur pelayanan terpadu.
Proses diawali dengan penyampaian pengumuman tata tertib one step service secara digital, kemudian secara bergiliran jemaah menuju meja registrasi dan mengikuti verifikasi data manifest, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pemberian paket obat oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi. Setelah itu, jemaah menerima pembagian gelang identitas, living cost, dan kartu Nusuk yang akan digunakan selama di Arab Saudi, serta diakhiri dengan pemberian nomor kamar asrama.
Selanjutnya, jemaah diarahkan ke kamar asrama untuk beristirahat. Bagi jemaah LANSIA dan disabilitas, mobilisasi menuju kamar asrama menggunakan mobil golf. Di Asrama EHA Provinsi Jambi, para jemaah mendapat tambahan bimbingan ibadah, briefing terkait jadwal keberangkatan, tata cara perjalanan, serta edukasi kesehatan.
Menjelang keberangkatan ke bandara, seluruh jemaah kembali memasuki Aula Asrama EHA Provinsi Jambi untuk mengikuti acara seremonial keberangkatan ke Tanah Suci. Memasuki aula, para jemaah wajib mengikuti pemeriksaan barang bawaan dan koper kabin melalui mesin X-Ray. Setelah mengikuti acara seremonial, dilanjutkan dengan pembagian paspor dan penyebutan nomor urut menaiki bus untuk berikutnya dimobilisasi menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.
Bagi jemaah LANSIA dan disabilitas disediakan jalur prioritas, kursi roda, serta pendamping khusus hingga proses boarding. Dengan skema ini, seluruh rangkaian pelayanan menjadi lebih cepat, terarah, dan minim kendala, sekaligus memastikan keselamatan dan kesiapan para jemaah beribadah haji di Tanah Suci. (Iz)
