EKONOMI BISNIS

Harga Anjlok, Petani di Kerinci Pilih Tebang Tanaman Cabai

sekitarjambi.com – Harga cabai di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat para petani merugi hingga terpaksa menebang tanaman cabai, sebelum masa panen berakhir.

Informasi yang dihimpun pada Selasa (14/4/2026), harga cabai yang sebelumnya sempat tinggi kini anjlok tajam hingga berada di titik yang tidak lagi menutupi biaya produksi. Petani mengaku harga jual cabai saat ini jauh dari harapan.

Saat ini harga cabai berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram, angka yang dinilai tidak mampu menutupi biaya produksi.Tingginya harga pupuk dan kebutuhan perawatan tanaman semakin memperparah kondisi. Banyak petani mengaku merugi karena hasil panen tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan sejak awal masa tanam.

Di Kecamatan Siulak, aksi seorang petani yang menebas tanaman cabainya sendiri menjadi perhatian publik setelah videonya viral. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas harga yang terus merosot dan tidak kunjung membaik.

Salah seorang petani di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, menyebutkan bahwa anjloknya harga cabai membuat mereka tidak memiliki pilihan selain menghentikan produksi. Tanaman cabai yang masih produktif pun terpaksa ditebang untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Kalau terus dipelihara, biaya makin besar. Harga jualnya tidak cukup untuk menutup modal,” ungkap petani tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain harga yang jatuh, petani juga mengeluhkan melimpahnya pasokan cabai di pasaran yang diduga menjadi salah satu penyebab utama turunnya harga. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya daya serap pasar serta minimnya akses distribusi ke luar daerah.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga, baik melalui intervensi pasar maupun membuka akses distribusi yang lebih luas. Mereka juga meminta adanya solusi jangka panjang agar harga komoditas pertanian tidak terus berfluktuasi ekstrem. Sementara itu, pihak terkait diharap dapat segera mengambil langkah konkret guna melindungi petani dari kerugian berkelanjutan, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kabupaten Kerinci.

Hingga saat ini, kondisi harga cabai di tingkat petani masih belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Petani pun berharap situasi segera membaik agar mereka bisa kembali melanjutkan usaha tani secara normal. (Iz)