Hemat BBM, Pemerintah RI Akan Berlakukan WFH Pasca Idulfitri 2026

sekitarjambi.com – Pemerintah RI akan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan setelah perayaan Idulfitri 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan harga energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta, dengan pengecualian bagi sektor pelayanan publik.
“WFH akan kami detailkan. Namun, setelah lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga dikutip pada Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak diterapkan setiap hari, melainkan hanya satu hari dalam sepekan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal di lapangan. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia yang dipicu kondisi geopolitik global, sehingga berpotensi meningkatkan beban subsidi energi negara.
Sementara itu, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa kebijakan WFH mampu memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi nasional, terutama melalui pengurangan mobilitas masyarakat.
“Secara perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20 persen konsumsi BBM,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan bahwa pembatasan WFH hanya satu hari dilakukan agar tidak mengganggu produktivitas kerja.
“Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun. Karena itu, satu hari dinilai cukup untuk menjaga efektivitas kerja,” ujarnya.
Selain itu, penetapan hari WFH, misalnya pada Jumat, dinilai dapat menciptakan akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini berpotensi mendorong aktivitas rumah tangga serta memberikan stimulus ringan bagi sektor pariwisata domestik.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, juga mengusulkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi krisis energi, termasuk penerapan WFH dan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi guna menekan konsumsi energi nasional. (Iz)
