NASIONAL

SKK Migas – TNI AD Gelar Kolaborasi Dukung Penguatan Pembinaan Teritorial Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi

sekitarjambi.com – Sektor hulu minyak dan gas bumi (Migas) bukan sekadar urusan bisnis, melainkan pondasi kekuatan bangsa.  Menyadari hal tersebut, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan bersama TNI Angkatan Darat (AD) menggelar agenda kegiatan bertajuk “Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Perjanjian Kerja Sama (PKS) SKK Migas – TNI AD Tahun 2025” tentang Dukungan Penguatan Pembinaan Teritorial Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama di Wilayah Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan, yang berlangsung di JW Marriott Hotel Surabaya pada 18 – 19 Desember 2025.  Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan teritorial di wilayah operasional hulu migas, khususnya di kawasan Sumatera Bagian Utara (SUMBAGUT) dan Sumatera Bagian Selatan (SUMBAGSEL).

Pada hari pertama yakni 18 Desember 2025, kegiatan dibuka dengan khidmat melalui penampilan Tari Pesona Jawa Timur dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.  Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas M. Indarto Wibowo, Staf Ahli Sekretaris SKK Migas Mayjen TNI Dr. Andrey Satwika Yogaswara, S.Sos., S.H., M.M., CFrA., Waaster Kasad Bidang Renminter Brigjen TNI Jamaluddin, SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Sumbagsel, dan Jabanusa, Vice President Technical & Business Development PetroChina International Jabung Ltd. Yu Jinbao, Vice President Relations & Security  Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi, Manager Security PT. Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Noval Alwi, Pejabat Kodam, Korem, dan Kodim se-Wilayah Sumatera baik yang hadir secara langsung maupun virtual, serta Perwakilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di Wilayah Sumatera.

Sambutan disampaikan oleh perwakilan KKKS yakni PetroChina International Jabung Ltd.  Manager QHSSE PetroChina International Jabung Ltd., Alvin Reginald, menuturkan bahwa dengan digelarnya kegiatan MONEV ini diharap dapat meningkatkan sinergi antara SKK Migas dengan TNI AD untuk mewujudkan kontribusi nyata industri hulu migas bagi bangsa dan negara.  Alvin Reginald juga menyebutkan beberapa poin strategis yang menjadi dasar penting dalam diskusi MONEV kolaboratif SKK Migas – TNI AD dalam upaya menjaga keamanan objek vital nasional.

“Ada tiga hal yang mungkin sebagai key pointers untuk kita diskusikan. Pertama targetnya bagaimana kita bisa menyelaraskan tujuan bersama untuk mencapai zero illegal activity, kemudian juga bagaimana kita bisa operasional itu aman, Dan yang paling penting tentunya adalah bagaimana kita bisa bersama-sama untuk menggalang masyarakat supaya bisa berpartisipasi aktif dalam menjaga objek vital nasional,” ujarnya. 

“Semoga rapat ini menjadi rapat yang baik, bagaimana kita berkolaborasi satu sama lain  dan semoga diskusi ini konstruktif, wawasan kita semakin jelas, dan tekad kita meningkatkan keamanan semakin kuat,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Waaster Kasad Bidang Renminter, Brigjen TNI Jamaluddin, menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung kelancaran investasi negara dengan menjaga objek vital nasional. Ia juga berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat membahas sejumlah agenda strategis terkait keberlangsungan pelaksanaan kegiatan dukungan penguatan pembinaan teritorial (Binter) TNI AD kepada SKK Migas yang dinilai sebagai langkah penting dalam memperkokoh ketahanan nasional.

“Saya berharap penyelenggaraan rapat ini dapat membahas sejumlah agenda penting dalam keberlangsungan pelaksanaan kegiatan dukungan penguatan Binter Angkatan Darat kepada SKK Migas, khususnya di Wilayah SUMBAGUT dan SUMBAGSEL. Dan merupakan langkah strategis untuk memperkokoh ketahanan nasional melalui sinergi antara sektor pertahanan dan sektor energi yang menjadi bagian dari pilar pembangunan nasional,” tuturnya.

Ia menyebutkan sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia bagian kedua, yakni memantapkan sistem keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air, serta penguatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, maka kolaborasi dan kerja sama ini dinilai fundamental dan relevan dengan arah kebijakan tersebut yakni dalam sektor khususnya minyak dan gas bumi.  Dalam hal ini merupakan salah satu penopang utama dalam mendukung perekonomian nasional.

Sementara itu, Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas, M. Indarto Wibowo, dalam sambutannya menyatakan bahwa Sumatera merupakan wilayah strategis hulu migas nasional yang memerlukan penguatan pembinaan teritorial.  Dengan pengawalan dari TNI AD, diharapkan target produksi migas nasional dapat tercapai tanpa hambatan keamanan yang berarti.

“Wilayah Sumatera merupakan salah satu kontributor terbesar di antara seluruh wilayah hulu migas yang ada di Indonesia. Wilayah ini juga memiliki dinamika yang kompleks, baik dari sisi geografis, sosial kemasyarakatan, maupun kerawanan sosial. Sehingga penguatan pembinaan teritorial menjadi instrumen yang sangat relevan dan strategis dalam menciptakan stabilitas di wilayah operasi hulu migas,” jelasnya.

“Kami berharap kegiatan MONEV ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif, serta menjadi dasar penguatan sinergi lintas sektor untuk mendukung kepentingan nasional,” tuturnya.

Agenda kegiatan yang berlangsung maraton sejak pagi hingga sore hari ini dibagi menjadi dua sesi yang intensif.  Sebelum sesi pemaparan materi dan diskusi diisi dengan beberapa materi pengantar yang disampaikan oleh Koordinator Sekuriti Wilayah I SKK Migas Nugraha Kodiyat dengan Pengenalan Industri Hulu Migas dari sisi Pengamanan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas.  Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Staf Ahli Sekretaris SKK Migas, Mayjen TNI Dr. Andrey Satwika Yogaswara, S.Sos., S.H., M.M., CFrA. yang memaparkan tentang Objek Vital Nasional Strategis.

Berdasarkan susunan acara, dimoderatori oleh Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan SUMBAGUT Kunto Purbono bersama Pabandya Kermater NKL Letkol Inf Sutikno, sesi MONEV pertama diisi dengan pemaparan materi dan diskusi sebagai berikut:

  1. Kasiter Kasrem 022/Pantai Timur Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Arm M. Marzuq Ashidiqi, S.Sos., M.M., dengan materi yang dipaparkan yakni Penguatan Binter SKK Migas di Wilayah Kodam I/BB Tahun 2025.
  2. Aster Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Victor Andhyka Tjokro, dengan materi yang dipaparkan yakni Konsep Penguatan Binter Pendekatan “Rebut dan Kuasai Hati Serta Pikiran Rakyat”.
  3. Manager Security PT. Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera, Noval Alwi, dengan materi yang dipaparkan yakni Evaluasi Pengamanan Tahun 2025 di Regional 1.
  4. Senior Analyst Security EDPP PT. Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan, Dijan Judha Pramukanta, dengan materi yang dipaparkan yakni Monitoring dan Evaluasi Perjanjian Kerja Sama SKK Migas dan TNI AD Dalam Mendukung Kelancaran Operasional PHR WK Rokan.
  5. Security Officer PT Energi Mega Persada Tbk., I Nengah Sugiarta, yang dipaparkan yakni Implementasi Kerja Sama SKK Migas – TNI AD di Lapangan dan Dampak Positif yang Dirasakan KKKS.
  6. Chief Security PT. Bumi Siak Pusako, Mohammad Barbarosa, dengan materi yang dipaparkan yakni Laporan Keamanan Januari – November 2025.

Selanjutnya, dimoderatori oleh Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan SUMBAGSEL bersama Paban IV/PKBN Kolonel Kav Zubaedi, S.Sos., M.M., sesi MONEV kedua diisi dengan pemaparan materi dan diskusi sebagai berikut:

  1. Aster Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., dengan materi yang dipaparkan yakni Penguatan Binter SKK Migas di Wilayah Kodam II/Sriwijaya.
  2. Kasiter Kasrem 042/Garuda Putih Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Endi Siswanto Yusuf, dengan materi yang dipaparkan yakni Satuan Penguatan Binter SKK Migas Sektor – I Korem 042/Gapu.
  3. Security Lead Medco South Sumatera Region, Harry Chandra Satria, dengan materi yang dipaparkan yakni Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Binter Wilayah PT Medco E&P Indonesia.
  4. Staff Security (BKO TNI) PT. Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, Aji Darmawan, dengan materi yang dipaparkan yakni Monitoring dan Evaluasi PKS TNI AD PHR Regional 1 Sumatera Wilayah Kerja Field Jambi Merang.
  5. Head of Security PetroChina International Jabung Ltd., Arif Atmoko, dengan materi yang dipaparkan yakni Monitoring Evaluasi PKS Binter TNI AD – SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd., dengan poin penting yang dipaparkan yakni Potensi Ancaman dan Gangguan serta Rekapitulasi Laporan Kejadian Keamanan Tahun 2025.
  6. Koordinator Operasi SKK Migas Perwakilan SUMBAGSEL, Febryan, dengan materi yang dipaparkan yakni Monitoring dan Evaluasi PKS TNI AD SKK Migas – KKKS SUMBAGSEL

Di dalam diskusi yang berlangsung dinamis tersebut, para peserta saling berbagi strategi pencegahan gangguan keamanan serta penguatan hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui jalur pembinaan teritorial.

Memasuki hari kedua pada 19 Desember 2025, rangkaian Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Perjanjian Kerja Sama di JW Marriott Hotel Surabaya, sinergi antara SKK Migas dengan TNI AD semakin menunjukkan hasil yang konkret. Setelah sebelumnya membedah tantangan hingga ancaman keamanan yang ada di wilayah Sumatera, kali ini dilanjutkan dengan fokus beralih pada perumusan komitmen bersama demi keberlangsungan energi nasional.

Pada momen ini, pihak TNI AD, SKK Migas, dan KKKS membahas risalah rapat dan melakukan komitmen bersama dengan menandatangani dokumen risalah rapat. Sesi ini menjadi moment penting karena menjadi pedoman bagi kedua institusi yakni SKK Migas – TNI AD untuk melangkah lebih jauh dalam berkolaborasi.

Kolaborasi strategis yang terjalin selama dua hari ini diharap bukan sekadar menjadi kesepakatan di atas meja, melainkan menjadi energi baru dalam menjaga kedaulatan energi nasional. Dengan sinergi yang semakin erat antara SKK Migas dengan TNI AD, jalan menuju operasional hulu migas yang aman dan kontributif bagi negara. (Iz)

Please follow and like us:
Pin Share
Instagram