Webinar Literasi Digital Kota Jambi Ulas “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online)”

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi terus bergulir. Pada Kamis, 19 Agustus 2021 mulai pukul 09.00 WIB, dilangsungkan webinar bertajuk “Saatnya Peserta Didik dan Guru Terampil Belajar Daring (Online)”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang dihadiri 70 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi, M.Pd. selaku Akademisi Bidang Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak, Ida Ayu Prasastiasih Dewi, S.I.Kom., M.P.P. selaku Communication Specialist, M. Ramond Eka Putra Usman selaku Wakorwil AJI Sumatera, dan Riski Puspita Lestari, S.IP., M.IP. selaku Dosen Ilmu Pemerintahan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Pegiat media sosial yang juga sebagai founder @yourpersonalmodel, @ratihab bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Pada sesi pertama, Vemmi Kesuma Dewi mengatakan, guru professional di era digital pada dasarnya adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogic, kepribadian, sosial dan profesional.

“Namun pada pelaksanaan keempat kompetensi tersebut, memerlukan dukungan teknologi digital dengan berbagai macam dan ragamnya. Dengan demikian guru profesional di era digital adalah guru yang dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya berbasis pada teknologi digital,” ujarnya.

Giliran sebagai pembicara kedua, Ida Ayu Prasastiasih Dewi mengatakan, cara penyampaian materi yang baik itu diibaratkan dengan sebuah burger.

“Jadi orang yang akan berkomunikasi akan menyiapkan burger yang enak, ada pembuka, daging bagian isi, roti bagian bawah penutup dan saus sayuran adalah elemen penyempurna PS,” paparnya.

Tampil sebagai pembicara ketiga, M. Ramond Eka Putra Usman menjelaskan, ketika berada pada dunia siber, setiap pengguna tidak akan terbebas dari ancaman peretas dan kejahatan siber.

“Kejahatan siber bisa mengancam siapa saja dan sudah menjadi bisnis serius yang terkoordinasi dengan baik,” ungkapnya.

Pembicara keempat, Riski Puspita Lestari mengatakan, di era digital seperti saat ini, para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi terutama di masa pandemic, dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah.

“Literasi digital antara tenaga pendidik dan anak didik harus dikembangkan, karena guru kini harus memiliki kemampuan menyajikan materi yang baru secara digital, agar peserta didik tidak cepat bosan,” ujarnya.

@ratihab sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, butuh kreativitas dalam penyampaian materi oleh dosen maupun guru.

“Dapat dibuat kreatif persentasi dari para guru ataupun dosennya, misal dari powerpoin, microsoftword ataupun video itu bisa dibikin sekreatif mungkin, supaya materinya tidak monoton dan sebisa mungkin jangan banyak tulisan agar anak-anak tidak bosan,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan. Terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Ruaidah, salah seorang peserta menanyakan, “Bagaimana cara kita memahami kondisi psikologis anak? Apakah anak itu merasa stress dengan tugas atau merasa beban? Serta bagaimana strategi yang dapat dilakukan guru dengan orang tua terkait hal tersebut?”. Pertanyaan berikutnya oleh peserta bernama Shipa Rifelina, yang menanyakan “Upaya apa yang dapat dilakukan agar anak tetap bisa melakukan interaksi social yang baik secara luring?”. Pertanyaan juga hadir dari Dwi Santri Anita, “Bagaimana menjaga data pribadi di media sosial/internet agar tidak diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab?” dan pertanyaan hadir dari Predy Siswanto “Bagaimana cara menjaga serta melestarikan nilai-nilai kebudayaan pancasila tetap terjaga dan lestari sepanjang masa. Mengingat budaya luar juga mulai meracuni pikiran milenial saat ini. Apakah dengan perkembangan teknologi yang serba canggih akan menjadi ancaman bagi kebudayaan kita di masa mendatang?”.

Diketahui, webinar ini merupakan kegiatan kelima belas dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan
error: