Webinar Literasi Digital Kota Jambi Ulas Paparan“Menjadi Pelopor Masyarakat Digital yang Cerdas”

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi terus bergulir. Pada Jumat, 15 Oktober 2021 mulai pukul 09.00 WIB, dilangsungkan webinar bertajuk “Menjadi Pelopor Masyarakat Digital yang Cerdas”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian KOMINFO RI ini, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang dihadiri 172 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Masrizal Umar, S.T. selaku Chief Marketing Officer PT. Spirit Inti Abadi, Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si. selaku Dosen Ilmu Komunikasi UNDIP, Japelidi, Siti Masnidar, S.E. selaku Trainer Google News Initiative (GNI), dan Beny, S.Kom., M.Sc. selaku Programme Director Bsc Informatics Universitas Dinamika Bangsa Jambi. Pegiat media sosial yang juga merupakan pengusaha @therealfoodjkt, @trf-homemade_beeclub, HDI Executive Diamond, @adetyaa bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Pada sesi pertama, Masrizal Umar mengatakan, membebaskan ruang digital dari konten negative, dengan melakukan kampanye lawan konten negative.

“Dalam hal gerakan literasi digital nasional, KOMINFO melakukan penanganan konten negatif lewat monitoring (crawler engine) dan bekerja sama dengan social media platforms provider > dihapus(take down). KOMINFO bersama dengan POLRI (BARESKRIM) melakukan penegakan hukum terutama pada pembuat dan penyebar ujaran kebencian dan HOAX,” tegasnya.

Giliran sebagai pembicara kedua, Lintang Ratri Rahmiaji menuturkan, internet memungkinkan terbukanya akses untuk pemikiran dan sikap kritis masyarakat sipil kepada pemegang kebijakan publik.

“Selain itu guna membangun jejaring untuk mendukung terdistribusinya akuntabilitas di bidang bisnis, industry, pemerintah, politik dan media,” paparnya.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Siti Masnidar menjelaskan, orang lebih cenderung percaya HOAX jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki.

Pembicara keempat, Beny menegaskan, romance scam jarang dilaporkan korban, karena rasa malu pada korban.

“Takut dijadikan bahan candaan di media sosial dan khawatir disalahkan,” ujarnya.

@adetyaa sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, menjadi pelopor masyarakat digital yang cerdas harus diketahui bahwa adanya Undang-Undang dan berbagai modus penipuan.

“Jadi kita sebagai pengguna sosmed harus lebih hati-hati dan lebih pintar. Dengan adanya webinar ini jadi lebih banyak pengetahuan,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Alissa Khanza salah seorang peserta menanyakan “Bagaimana tantangan society 5.0 di masyarakat Indonesia? Serta bagaimana dampak dari tantangan tersebut guna persiapan Indonesia menghadapi era society 5.0 dan bagaimana sebaiknya kita mengedukasi masyarakat agar mempersiapkan skill-skill yang ada?”. Pertanyaan berikutnya oleh peserta bernama Heny Tjoa, yang menanyakan “Bagaimana cara yang baik untuk menegur teman yang suka membuat postingan dengan kata-kata yg tidak baik/bahasa yang tidak sopan?”. Pertanyaan ketiga oleh Novita Ayu Anggraini, “Bagaimana masyarakat secara bersama-sama berpartisipasi mengubah atau memanfaatkan budaya lama menjadi budaya baru yang lebih efisien dan bagaimana strategi menumbuhkan perilaku dan budaya dalam transformasi digital?” dan pertanyaan keempat oleh Amwar, “Bagaimana cara mengidentifikasi link informasi palsu ataupun link pishing yang bisa memberikan banyak dampak negatif dan bagaimana cara menjelaskan secara sederhana kepada pengguna internet yang masih awam ?”.

Diketahui, webinar ini merupakan kegiatan ketiga puluh empat, dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan
error: