Seorang Anak Alami Gejala Kebutaan Diduga Karena Kabut Asap

sekitarjambi.com – Kota Jambi_Kondisi asap yang semakin parah di wilayah Provinsi Jambi, akhirnya memakan korban. Seorang anak bernama Al Fikri (7 tahun) warga Kabupaten Tanjabtim, mengalami gejala kebutaan diduga menjadi salah satu korban akibat terkena paparan asap yang sangat parah di Tanjab Timur. Al Fikri telah terbaring selama 4 hari di Rumah Sakit Siloam Jambi, dengan kondisi mata membengkak dan harus diperban.

Menurut keterangan Sari, ibunda korban yang diwawancarai  reporter sekitarjambi.com Kamis (12/09), dokter mata menyebutkan anaknya mengalami infeksi pada bagian kornea mata. Awalnya sang anak mengeluh matanya perih dan berair,  kemudian lama kelamaan Fikri tidak dapat melihat. “Anak saya ini sangat saya jaga untuk tidak bermain handpone. Sehingga kami bingung awalnya sakit mata karena apa. Sakit mata ini terjadi pasa kabut asap pekat kemarin,” ungkap Sari. 

Kini Sari selaku orang tua berharap ada tanggung jawab dari pemerintah untuk membantu kesembuhan anaknya. Sari berharap, Pemerintah Provinsi Jambi dapat segera mengatasi kabut asap agar tidak meninggalkan korban lagi.

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Jambi Apif Firmansyah mengetahui adanya korban yang merupakan warga Tanjabtim, langsung menjenguknya. “Ya saya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada korban yang dirawat di Siloam ini. Kondisinya memang sangat mengharukan,” kata Anggota Dewan yang baru dilantik ini. Apif menambahkan, menurut keterangan dokter yang menangani Fikri, dia terkena infeksi pada retina matanya, dan itu disebabkan dampak asap yang mengandung partikel – partikel berbahaya.  “Saya sangat prihatin dengan kondisi Fikri tadi. Matanya tertutup perban tidak bisa melihat dan merasakan perih,” kata Apif. Apif berharap dapat bersama mengatasi masalah kabut asap ini dengan cepat, agar tidak ada lagi jatuh korban seperti Fikri.” pungkas Afif. (Nia)

Bagikan

2 thoughts on “Seorang Anak Alami Gejala Kebutaan Diduga Karena Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: