Sebagai Tema Pamungkas, Webinar Literasi Digital Kota Jambi Hadirkan Ulasan “Memperkuat Ideologi Pancasila Melalui Transformasi Digital”

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi bergulir hingga akhir. Pada Jumat, 22 Oktober 2021 mulai pukul 09.00 WIB, dilangsungkan webinar bertajuk “Memperkuat Ideologi Pancasila Melalui Transformasi Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian KOMINFO RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang diikuti 213 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Hariqo Satria, M.H.I. selaku Pengamat Medsos dari Komunikonten dan CEO Global Influencer School, Dhini Gilang Prasasti, M.E. selaku Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik, Ade Novia Maulana, B.Sc., M.Sc. selaku Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi & Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan Citra Darminto, S.IP., M.MP. selaku Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan dan Manajemen, Pemerintahan FISIPOL Universitas Jambi. Pegiat media sosial yang juga merupakan News Anchor Tv One “Kabar Petang”, Profesional Moderator & Pembawa Acara, @tysanovennysariosa bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Pada sesi pertama, Hariqo Satria mengatakan, semua WNI memiliki kesempatan dan kedudukan yang sama.

“Artinya tanpa membedakan dari rasa atau suku mana mereka berasal,” ujarnya.

“Konektivitas digital membuat jagat maya ibarat hutan belantara, siapapun yang bertualang disana haruslah memiliki bekal yang cukup agar tak terjebak di dalamnya,” ujar Dhini Gilang Prasasti sebagai pembicara kedua.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Ade Novia Maulana menjelaskan, dunia digital itu dunia yang kita jalani sehari-hari.

“Kita dulunya mengenal kaset, radio, film, dan televisi, tapi sekarang semuanya bisa menjadi satu dengan koneksi internet dalam gadget kita,“ paparnya.

Pembicara keempat, Citra Darminto menegaskan, masyarakat Indonesia yang Pancasilais adalah masyarakat yang memiliki karakter yang baik dalam mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

@tysanovennysariosa sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, masyarakat mungkin sebagian belum menjalankan ideologi Pancasila di dalam ruang digital.

“Karena salah satu poin Pancasila adalah kesatuan Indonesia tapi faktanya banyak di media sosial justru berusaha memecah belah bangsa/saudara kita sendiri,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Andri Wijaya salah seorang peserta menanyakan “Bagaimana ke depannya generasi kita tidak terjadi krisis etika dan apa yang perlu dilakukan sejak dini?”. Pertanyaan selanjutnya oleh peserta bernama Hotmaulina, yang menanyakan “Bagaimana caranya agar menjadi netizen yang lebih sopan dan beretika mengingat bahwa netizen di Indonesia terkenal akan tidak kesopanannya dan terkenal akan hujatannya di social media seperti ujaran kebencian dan cyber bullying?”. Pertanyaan selanjutnya oleh Nadya Cahya Negara, “Bagaimana aspek penting diera digitalisasi guna membangun budaya digital di masyarakat yang kita ketahui masyarakat Indonesia sangat heterogen?” dan pertanyaan keempat oleh Kurniawati, “Bagaimana membuat masyarakat kita mempunyai kemampuan tersebut pak di tengah lautan informasi saat ini?”.

Diketahui, webinar ini merupakan kegiatan terakhir dari total 37 kegiatan webinar literasi digital 2021 yang diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan
error: