Ngatiyah, Nenek Lansia Penjual Jamu Gendong Hidup Sebatangkara

sekitarjambi.com – Kuala Tungkal, Bicara tentang kemiskinan di Indonesia mungkin saja menjadi polemik yang hingga kini belum dapat dituntaskan. Salah satunya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terdapat seorang nenek yang telah renta dan hidup sebatangkara, harus berjuang menghidupi dirinya sendiri, dengan setiap harinya menjadi penjual jamu gendong.

Sejak suaminya meninggal puluhan tahun lalu, Ngatiyah seorang nenek yang telah renta dan hidup sebatangkara, harus hidup berpindah-pindah dari rumah kontrakan yang satu ke rumah kontrakan lainnya. Dengan berprofesi sebagai penjual jamu gendong, hasil yang ia dapatkan hanya 10.000 rupiah per hari.

Dengan penghasilan yang tidak cukup menanggung kebutuhan hidupnya sehari-hari, nenek Ngatiyah dengan kondisi tubuh telah renta dan mata yang kabur, sejak pagi hari di rumah kontrakan yang kecil di jalan Kalimantan lorong Papadan ini harus meracik jamu untuk dijual. Tidak jarang dalam kesehariannya nenek Ngatiyah harus makan dengan kecap, karena hasil jualan jamunya hanya cukup untuk membeli beras dan minyak kompor untuk memasak.

Beruntung setiap pagi sebelum nenek Ngatiyah berjualan, terdapat dermawan yang mau memberikan sarapan dengan mengantar sebungkus nasi ke rumah kontrakannya. Jumiati yang merupakan warga sekitar mengaku iba melihat kondisi kehidupan nenek Ngatiyah.

Ade Rafika yang juga merupakan warga yang tinggal berdekatan dengan rumah Ngatiyah mengatakan, selama ini tidak ada bantuan dari Pemerintah untuk nenek Ngatiyah. Dirinya berharap adanya uluran tangan Pemerintah melalui instansi terkait untuk membantu kehidupan nenek Ngatiyah. “Kami berharap Pemda juga ikut melihat masyarakat seperti nenek ngatiyah ini, agar dapat terbantu di masa tuanya,” ujarnya kepada sekitarjambi.com.

Diketahui berdasarkan data Kantor Statistik Tanjung Jabung Barat, angka warga miskin di Tanjung Jabung Barat hingga saat ini mencapai 30 ribu orang. (Sry)

Bagikan

Satu tanggapan untuk “Ngatiyah, Nenek Lansia Penjual Jamu Gendong Hidup Sebatangkara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: