Literasi Digital Bagi Tenaga dan Anak Didik di Era Digital

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi terus bergulir. Pada Jumat, 9 Juli 2021 mulai pukul 09.00 WIB, webinar digelar bertajuk “Literasi Digital Bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital”

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini, bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang sukses dihadiri 82 peserta daring ini, hadir dan memberikan materi secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi, M.Pd. selaku Akademisi Bidang Pendidikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak, Mariana R.A. Siregar selaku Akademisi Bidang Komunikasi, Gerry, S.AP., M.I.Kom. selaku Pranata Humas Kabupaten Muaro Jambi, dan Dr. Madyan, M.Pd.I. selaku Dosen Fakultas Dakwah dan Pascasarjana UIN STS Jambi. @aaquina bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Vemmi Kesuma Dewi mengatakan, pendidik, orang tua dan para pengambil kebijakan harus membantu mendorong perubahan dalam sistem pendidikan, untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang selalu berubah dan berkembang.

“Perubahan dalam sistem pendidikan perlu, apalagi bagi para siswa di wilayah perkotaan yang sudah sangat akrab dengan berbagai teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Sebagai pembicara kedua, Mariana Siregar menuturkan, di tengah pandemi dan kehidupan digital yang semakin kuat sekarang ini, pengguna kian berkembang.

“Banyak yang menggunakan digital atau internet bahkan anak SD yang masih berusia 6 tahun menggunakan gadjet berjam-jam. Tentu ini memiliki risiko yang dapat mempengaruhi masalah fisik dan psikologis,” paparnya.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Gerry menjelaskan, masyarakat Indonesia memiliki keberagaraman budaya, suku, Bahasa, dan aliran kepercayaan.

“Produk budaya yang berwujud maupun tidak berwujud perlu dilestarikan dan dapat didokumentasikan melalui media digital. Kita diharapkan bisa memperdalam gagasan kebudayaan Indonesia yang ditampilkan di ruang digital,” ujarnya.

Sementara sebagai pembicara keempat, Madyan menegaskan, kemajuan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dan keakuratan dalam menyampaikan pesan. Untuk itu penyampaian informasi harus menggambarkan narasi atau kisah dan berita yang benar.

“Kemajuan teknologi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif karena dapat membawa kemudahan dalam menyebarkan berita bohong, fitnah, dan provokasi. Maka pentingnya klarifikasi dalam menerima berita,” ujarnya.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Toni, salah satu peserta menanyakan “Bagaimana kita memisahkan penggunaan gadjet untuk belajar dan bermain?”. Pertanyaan berikutnya oleh peserta bernama Tiffany, yang menanyakan “Bagaimana menurut Ibu untuk menanggulangi diskriminasi agar masyarakat Indonesia dapat saling menghargai satu sama lain tanpa memandang bulu?”. Pertanyaan selanjutnya oleh Aidhi Zulham, menanyakan “Sejauh mana pengaruh digitalisasi budaya terhadap terjadinya asimilasi budaya khususnya di Indonesia? Apakah digitalisasi budaya itu berpengaruh terkikisnya budaya asli Indonesia karena besarnya arus digitalisi budaya dari luar?”. Dan pertanyaan keempat oleh Vincent, “Bagaimana caranya kita untuk memilah antara berita yang hoax dan yang fakta, agar tidak mudah terhasut oleh berita yang belum benar kepastiannya ?”.

Webinar ini merupakan kegiatan ketujuh dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan
error: