Jambi Belum Terkena Fenomena “Panic Buying”

sekitarjambi.com – Kota Jambi, Barang di toko serba ada habis terjual, mulai dari tisu toilet, pembersih tangan hingga masker bedah. Fenomena yang terjadi mulai dari Jepang, Prancis, hingga Amerika Serikat, bahkan sudah terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta sejak adanya WNI positif corona. Fenomena ini disebabkan antara lain karena aksi warga yang panik dan memborong barang atau panic buying akibat wabah virus corona. Mereka mengabaikan imbauan agar bersikap tenang dalam menghadapi virus corona.

Namun fenomena panic buying ini belum terjadi di Kota Jambi. Seperti yang terpantau di Jambi Town Square atau mall Jamtos Jambi, meski jumlah pengunjung meningkat, namun jumlahnya masih relatif normal.

Bagian informasi pusat perbelanjaan Jamtos, Kiki menyebut bahwa merebaknya virus corona belum berdampak pada tingkat kunjungan. Jumlah pengunjung setiap harinya mencapai 3.000 orang dan di hari weekend bisa mencapai 5.000 orang.

Harga sembako seperti beras, mie instan, gula pasir, dan telur, masih dijual dengan harga normal. Diketahui untuk beras dijual dengan harga 46.500 rupiah per lima kilogram. Gula pasir ukuran 2 kilogram seharga 29.550 rupiah. Hanya saja Jamtos tidak lagi menjual hand sanitizer dan masker. Padahal dua benda tersebut dikenal sebagai objek preventif dalam menghadapi virus corona. (Wri)

Bagikan

16 thoughts on “Jambi Belum Terkena Fenomena “Panic Buying”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: