Ingin Jaga Kesehatan Anak di Tengah Ancaman Virus Corona? Batasi 3 Minuman Ini

Sekitarjambi – Jakarta, Berbagai jenis minuman kerap menggoda anak untuk menikmatinya? Wajar saja, Moms! Anak umumnya memang menyukai minuman dengan rasa maupun warna yang menarik.

Kalau si kecil ingin menikmatinya sesekali saja, mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau sampai terlalu sering atau banyak?

Wah, kita sebagai orang tua juga perlu bersikap lebih waspada. Apalagi di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini, memastikan kesehatan anak terjaga sangat penting untuk menghindarkan si kecil dari virus Corona.

Sementara faktanya ada beberapa jenis minuman yang bila terlalu sering atau banyak diminum dapat mengganggu kesehatan anak.

Apa saja?

Minuman Bersoda dan Tinggi Gula

Ada jenis minuman yang harus jadi yang paling dihindari atau dibatasi untuk anak. Ya Moms, minuman itu adalah soda serta berbagai minuman tinggi gula lainnya. Seperti minuman olahraga, teh manis, hingga minuman berperisa susu yang kerap kita anggap sehat.

Pasalnya, satu porsi minuman bersoda (sekitar 350 ml) bisa mengandung hingga 39 gram gula atau hampir 10 sendok teh!

Padahal American Heart Association (AHA) merekomendasikan agar anak-anak usia 2 hingga 18 tahun tidak mengonsumsi asupan gula tambahan lebih dari 6 sendok teh (sekitar 25 gram) per hari. Bayangkan berapa banyak lebihnya?

Tidak hanya itu, mengutip Health Line, minuman yang tinggi gula juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit, termasuk di antaranya diabetes tipe 2. Minum terlalu banyak minuman manis tinggi gula pun diketahui dapat berkontribusi terhadap masalah gigi berlubang serta obesitas pada anak.

Jus Buah
Buah kan, sehat? Benar, Moms. Buah dapat memberi anak berbagai kandungan vitamin dan mineral.
Tapi bukan berarti anak boleh minum jus buah sesuka hatinya. Sebab konsumsi jus buah yang berlebihan ternyata juga terkait dengan peningkatan risiko obesitas pada anak-anak. Apalagi bila jus buah yang dikonsumsi anak bukan merupakan jus buah murni atau jus buah kemasan yang diberi banyak tambahan gula, perasa, pewarna hingga pengawet.
Kenapa bisa begitu?

Sebab jus buah telah kehilangan banyak serat yang seharusnya bisa ditemukan dalam buah segar dan utuh. Jadi jelas, mengonsumsi buah segar utuh lebih sehat daripada mengonsumsi buah yang sudah dijus.

Tentu ini yang jadi sebab, American Academy of Pediatrics (AAP) pada laman resminya, merekomendasikan anak usia 1 hingga 6 tahun minum tidak lebih dari 180 ml jus buah per hari. Sementara untuk anak usia 8–12 tahun, dianjurkan minum tidak lebih dari 350 ml per hari.

Minuman yang Mengandung Kafein

Tak hanya minuman yang mengandung banyak gula, tak sedikit minuman yang berkafein dijual di pasaran dan kerap dinikmati oleh anak. Bukan cuma kopi lho, Moms! Minuman bersoda dan minuman energi juga mengandung kafein.
Mengutip Health Line, kafein dapat menyebabkan kegugupan, detak jantung yang cepat, tekanan darah tinggi, kecemasan, dan gangguan tidur pada anak-anak. Itulah sebabnya minuman yang mengandung kafein harus dibatasi.
Bahkan, seporsi minuman berenergi merek tertentu (sekitar 350 ml) bisa mengandung lebih dari 100 mg kafein! Padahal, AAP menyarankan bahwa kafein harus dibatasi tidak lebih dari 85-100 mg per hari untuk anak-anak di atas 12 dan harus sepenuhnya dihindari pada anak di bawah 12 tahun.
Jadi yuk, Moms, cegah penularan virus Corona dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan. Termasuk dengan bijak memilihkan minuman untuk anak demi menjaga kesehatannya. (Kumparan.com)

Bagikan

14 thoughts on “Ingin Jaga Kesehatan Anak di Tengah Ancaman Virus Corona? Batasi 3 Minuman Ini

  • Oktober 16, 2020 pada 12:56 am
    Permalink

    I just could not depart your site before suggesting that I extremely enjoyed the standard info a person supply for your visitors? Is going to be back continuously to inspect new posts

  • Oktober 17, 2020 pada 5:46 pm
    Permalink

    This is a terribly sharp post. Thankyou fitted posting this surprising article.

    메이저사이트

  • Oktober 17, 2020 pada 7:37 pm
    Permalink

    Na the urine cultures typically next to online dispensary cialis method renal, either via the resultant, or more commonly the bladder, catheter of the cutaneous; these are asa subcapsular ligands. http://antibiorxp.com/ Aoqpnc prrlcw

  • Oktober 18, 2020 pada 6:28 pm
    Permalink

    When someone writes an paragraph he/she maintains the plan of a user in his/her brain that how a user can understand it.
    So that’s why this article is perfect. Thanks!

  • Oktober 18, 2020 pada 6:47 pm
    Permalink

    Greetings I am so thrilled I found your weblog, I really
    found you by accident, while I was researching on Aol for something
    else, Anyhow I am here now and would just like to say thanks a lot for a fantastic post and a all round exciting blog (I
    also love the theme/design), I don’t have time to go through it all
    at the minute but I have book-marked it and also added in your RSS feeds,
    so when I have time I will be back to read a great deal more, Please do keep up the excellent work.

  • Oktober 18, 2020 pada 6:58 pm
    Permalink

    Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit and sources back to your blog?
    My blog is in the exact same niche as yours and my users would certainly benefit from some of the information you present here.
    Please let me know if this ok with you. Many thanks!

  • Pingback: viagra junk mail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: