“Hidup Produktif di Era Digital” Jadi Ulasan Tema Webinar Literasi Digital Kota Jambi

sekitarjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi terus bergulir. Pada Senin, 11 Oktober 2021 mulai pukul 09.00 WIB dilangsungkan webinar bertajuk “Hidup Produktif di Era Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian KOMINFO RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif untuk mengidentifikasi hoaks, serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pada webinar yang dihadiri 129 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya, yakni Nelvia Gustina selaku Komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta, Resista Vikaliana, S.Si., M.M. selaku Akademisi Bidang Manajemen , Penulis Buku, dan Penggiat Taman Bacaan KBM, Muhammad Ikhsan, M.Kom. selaku Dosen Prodi TRPL Politeknik Jambi, Owner dolphinjambi.com, sano.co.id, dan dripkawo.id), serta Istiqoma Alhidayah, BA.Comm selaku Freelancer Public Speaking Trainer dan Public Speaker. Pegiat media sosial yang juga merupakan Traveler, @elfriday_ bertindak sebagai Key Opinion Leader dan memberikan pengalamannya.

Pada sesi pertama, Nelvia Gustina mengatakan, di era digital saat ini, budaya digital mempengaruhi setiap sendi kehidupan, mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi.

“Cenderung bergantung pada keberadaan ruang digital hidup kit aini,” ujarnya.

Giliran sebagai pembicara kedua, Resista Vikaliana mengatakan, berkreasi sesuai etika di dunia digital harus berada pada koridor positif.

“Harus selalu membagikan konten edukatif, inspiratif, dan menghibur,” ujarnya.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Muhammad Ikhsan menjelaskan, meskipun dunia digital penuh dengan risiko, namun penting untuk mewaspadai risiko tersebut.

“Patut diakui bahwa dunia digital memiliki banyak hal positif. Seperti peluang belajar virtual, aplikasi yang menyederhanakan tugas sehari-hari, platform media sosial yang membuat kita tetap terhubung dengan orang-orang terkasih, merangkul semuanya,“ ujarnya.

Pembicara keempat, Istiqoma Alhidayah menegaskan, dampak dari pandemi yaitu penghasilan menurun, keluar dari pekerjaan dan lain-lain.

“Maka hal yang dapat kita lakukan dengan menjual produk, menjadi lebih kreatif dan belajar digital skill,” ujarnya.

“Social media adalah portofolio kita, jadi kita jangan asal bermain di social media. Tetapi kita harus sadar untuk terus berpikir membuat konten yang positif agar bisa membentuk portofolio kita sesuai dengan yang diinginkan dan menjadikan media sosial kita adalah personal branding,” ujar @elfriday_ sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini.

Pada webinar kali ini, para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Yulianingsih salah seorang peserta menanyakan “Bagaimana caranya memotivasi anak-anak agar mereka bisa produktif di arah yang baik dan juga bermanfaat untuk orang lain?”. Pertanyaan berikutnya oleh peserta bernama Dimas Nando, yang menanyakan “Bagaimana kita di media sosial mengetahui ini? Apakah kita salah bila menanggapi postingan sosial media seseorang menurut sudut pandang kita, apakah itu dianggap menyalahi etika digital?”. Pertanyaan selanjutnya oleh Sania, “Etika dasar apa yang tepat agar bisa mengikuti ruang digital yang aman di masa pandemi seperti saat ini? Apa cara yang efektif agar bisa menjadi pelopor masyarakat yang kreatif di era digital?” dan pertanyaan oleh Ade Repizal, “Bagaimana cara kita membeli barang online aman dan tidak terkena risiko penipuan?”.

Diketahui, webinar ini merupakan kegiatan ketiga puluh dua, dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. (Tim)

Bagikan
error: