Harga Beras di Kabupaten Merangin Masuk 10 Besar Tertinggi di Sumatera

sekitarjambi.com – Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, saat ini mengkhawatirkan karena menempati peringkat tertinggi dalam kategori harga beras di Pulau Sumatera.

Informasi ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) pada Senin (25/3/2024), dimana Kabupaten Merangin masuk dalam 10 besar daerah dengan Indeks Penilaian Harga (IPH) tertinggi.

Pelaksana Harian (PLH) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah, mengkonfirmasi bahwa Kabupaten Merangin menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jambi dalam penanganan inflasi, khususnya untuk komoditas bahan pangan beras.

“Ada daerah di Provinsi Jambi yang tadi dilaporkan oleh Pak Irjen Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) terkait Izin Peralihan Hak (IPH), ada satu kabupaten kita yang harga berasnya masih tinggi, yaitu Kabupaten Merangin,” ujarnya.

Kenaikan harga beras di Kabupaten Merangin telah dilaporkan sejak rapat koordinasi pekan lalu (18/3/2024) hingga dengan pelaporan di pekan terkini (25/3/2024). Faktor cuaca, terutama banjir yang masih melanda beberapa daerah, menjadi penyebab utama kenaikan harga.

“Merangin kan daerah sentral masif, terakhir kita dengar pun masih banjir kemarin. Di daerah Sungai Manau, Pangkalan Jambu, itu kan terjadi banjir bandang. Itu salah satu lumbung padi juga di Merangin. Itu salah satu penyebabnya,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengambil langkah dengan mengirim surat kepada Bupati Merangin untuk memperkuat pengawasan harga beras melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, untuk mengurangi dampak kenaikan harga, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong masyarakat Kabupaten Merangin untuk beralih ke beras Subsidi Pemerintah (SPHP) yang disediakan oleh Badan Urusan Logistik (BULOG).

“Pemerintah Provinsi (PEMPROV) dan Pemerintah Daerah (PEMDA) akan terus berkoordinasi untuk menstabilkan harga komoditas beras di Merangin ini.” tutupnya. (AD)

Bagikan