4.712 Usaha Mikro di Provinsi Jambi Terdampak Covid-19, Ini Dia Data Setiap Kabupaten/Kota

sekitarjambi.com – Kota Jambi, Pada triwulan satu tahun 2020, perekonomian Jambi diperkirakan masih dapat tumbuh 3,71 % hingga 4, 11% year of year, didukung oleh kinerja sektor pertambangan yang masih cukup baik. Seiring dengan menurunnya hampir seluruh sektor utama ekonomi Jambi akibat wabah virus corona, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi di tahun 2020 mengalami tekanan, dan diperkirakan tumbuh di sekitar angka proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 2,3% year of year.

Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi mencatat, berdasar hasil pendataan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jambi bekerja sama dengan seluruh Kabupaten dan Kota, sebanyak 4.712 usaha mikro di Provinsi Jambi terdampak virus corona. Dengan sebaran sebagai berikut: 1.731 usaha di Kota Jambi, 902 usaha di Kota Sungai Penuh, 739 usaha di Kabupaten Tanjab Timur, 733 usaha di Kabupaten Batanghari, 212 usaha di Kabupaten Tebo, 111 usaha di Kabupaten Merangin, 102 usaha di Kabupaten Bungo, 93 usaha di Kabupaten Sarolangun, 62 usaha di Kabupaten Muaro Jambi, dan 27 usaha di Kabupaten Tanjab Barat.

Selain itu, tingkat penjualan UMKM pada triwulan satu tahun 2020 menurun, dan diperkirakan lebih buruk pada triwulan dua tahun 2020. Di sisi lain UMKM juga menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku. Menanggapi hal ini, upaya pemerintah kini menyelenggarakan pasar murah bersubsidi dengan target pedagang, pengrajin, serta masyarakat non program keluarga harapan, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. (Wri)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: