10 Persen Karyawan Snapchat di-PHK

sekitarjambi.com – Perusahaan Snapchat, Snap Inc, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 10 persen karyawan atau setara 500 orang secara global termasuk di Indonesia, pada Senin (5/2/2024).

Langkah PHK tersebut diambil demi melakukan perampingan di tubuh perusahaan. Selain itu, perusahaan juga ingin mengedepankan pola kerja tatap muka. Tidak hanya itu, PHK juga dilakukan demi menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan.

Snapchat telah lama berjuang untuk meningkatkan popularitasnya di kalangan pengguna muda. Mereka berusaha mendongkrak pertumbuhan pendapatan dan bersaing pemain lain seperti pemilik Facebook, Meta, yang mengeluarkan dividen pertamanya pekan lalu setelah mem-PHK banyak staf tahun lalu. Snapchat memiliki sekitar 5.367 karyawan penuh waktu pada Oktober 2023.

“Menempatkan bisnis kami dalam posisi terbaik untuk melaksanakan prioritas tertinggi kami, dan untuk memastikan kami memiliki kapasitas untuk berinvestasi secara bertahap untuk mendukung pertumbuhan kami dari waktu ke waktu,” ujar salah seorang juru bicara Snap dikutip Rabu (7/2/2024).

Snapchat memperkirakan akan mengeluarkan biaya sekitar US$ 55 juta atau sekitar Rp 864,7 miliar hingga US$ 75 juta atau Rp1,17 triliun untuk restrukturisasi. Biaya ini terutama dikeluarkan untuk pesangon karyawan yang terdampak PHK.

PHK terbaru di Snapchat terjadi setelah perusahaan tersebut mengatakan mereka memangkas sekitar 20 persen karyawan globalnya pada Agustus 2022 lalu. Angka tersebut setara dengan sekitar 1.200 karyawan saat itu. (Iz)

Bagikan